jump to navigation

Budidaya & Potensi Pengembangan Tanaman Aren Desember 18, 2010

Posted by Cyber Purwakarta in Flora dan Fauna, Pertanian, Tips dan Trik.
Tags:
2 comments

PENDAHULUAN

Indonesia sangat kaya akan keanekaragaman hayati yang terdiri
atas flora dan fauna. Salah satu flora jenis pohon yang banyak
ditemui di Indonesia adalah Aren (Arenga pinnata). Aren bisa
tumbuh subur di tengah pepohonan lain dan semak-semak, di dataran,
lereng bukit, lembah, dan gunung hingga ketinggian 1.400 mdpl.
Akar tanaman yang bisa mencapai kedalaman 6–8 meter ini dapat
menahan erosi, serta sangat efektif menarik dan menahan air. Aren
termasuk jenis palma yang multifungsi, karena seluruh bagian
tanaman ini dapat dimanfaatkan. (lebih…)

TEKNIK PENYUBURAN TANAH Agustus 15, 2010

Posted by Admin in Pertanian.
Tags:
2 comments

Tanah yang subur adalah tanah yang apabila ditanami tumbuhan/tanaman bisa memberikan hasil yang banyak berupa produksi daun, batang, buah atau umbi. Guna mencapai tujuan tersebut maka tanah yang dijadikan lahan usaha perluada upaya agar tanah tersebut subur dalam jangka waktu yang tidak terbatas dan berkelanjutan. Ada beberapa macam cara untuk menyuburkan tanah

  1. Pada tanah yang banyak mengandung liat (tanah liat).
    Jenis tanah ini banyak mengandung makanan tapi sayang tidak bisa dimakan oleh tumbuhan
    karena kekurangan kadar oksigen (O2). Untuk menanggulanginya yaitu mengupayakan agar tersedia O2. Caranya adalah dengan memberikan : kompos, bokashi pupuk kandang arang, atau bahan organik lainnya sehingga tanah menjadi gembur.
  2. Pada tanah yang berpasir atau tanah yang banyak mengandung pasir.
    Jenis tanah ini adalah sulit mengikat air, cepat kering dan merana. Adapun cara mengatasi
    tanah seperti ini adalah dengan menambahkan bahan organic seperti : kompos, bokashi pupuk kandang, pupuk organik daun hijau yang mudah busuk ditambah dengan kotoran hewan, tanah dan air dengan perbandingan 1: 1: 1: 1, simpan didalam drum dan biarkan selama 3 minggu.
  3. Pada tanah yang banyak mengandung kapur.
    Jenis tanah ini memiliki keasaman yang tinggi, mudah longsor, makanan mikronya kurang tersedia (contoh : zat besi, seng, tembaga). Untuk mengatasi jenis tanah seperti ini adalah dengan memberikan pupuk kompos, dan dedaunanyang hijau apalagi bila dedaunannya jenis tanaman yang berbunga kupu-kupu seperti kacang-kacangan, johar, turi, dll. Dan untuk menurunkan tingkat keasaman dilakukan dengan cara memberikan pupuk yang mengandung belerang.
  4. Tanah yang bersifat asam.
    Tanda-tanda tanah yang bersifat asam bila di sawah warna air kuning berkarat, bila di darat suka ditumbuhi alang-alang, haredong (sunda)/ sedudu, bila ditanami jagung buah jagungnya menguning dan bila ditanami kacang tanah tidak ada buah yang berenas. Apabila menemukan tanah seperti ini keasamannya (pH) berkisar antara 3 – 5. Dengan demikian pHnya harus disesuaikan dahulu sesuai dengan keinginan tanaman. Untuk mengatasi masalah tanah seperti ini ada banyak cara diantarnya :

  1. a. Tanah dijemur.
    Tanah dicangkul, dibajak. Tanah yang berupa bongkahan
    dibiarkan terjemur oleh sinar matahari selama 2 minggu.
  2. b. Diberi arang sekam.
    Tanah ditaburi arang sekam selanjutnya dicangkul hingga arang tersebut bercampur dengan tanah.
  3. c. Memperbaiki tata udara dalam tanah.
    Tanah diolah kemudian dibuat parit-parit untuk menghindari genangan air dan pada tanah gambut dibuat memanjang dengan jarak 25 m agar terjadi pencucian dan yang asam mengalir.
  4. d. Menambahkan pupuk organik.
    Dengan menambah pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan yang banyak, maka secara bertahap pH tanah akan berangsur-angsur naik atau dengan kata lain keasaman berkurang secara bertahap.
  5. e. Pengapuran .
    Untuk menurunkan tingkat keasaman atau menaikkan pH dapat ditaburkan kapur pertanian di atas tanah yang sudah dicangkul kemudian dicangkul kemudian diaduk dengan tanah, apabila sudah tercampur kapur pertanian dengan tanah siram dengan air dapat pula denga air hujan, biarkan 10 sampai 15 hari, baru ditanam. Untuk penambahan jumlah kapur dapat dilakukan dengan cara perhitungan berikut :

    Bila diketahui pH tanah kita 4,5. Tanah yang pH yang kita inginkan 6, maka 6 – 4.5 = 1,5. Kemudian kita dari tabel-1. Tabel Kebutuhan Kapur Dolomite pada selisih pH 1.5 maka diperoleh pemberian kapur pertanian 5.25 ton/Ha. Penambahan selanjutnya dapat dilakukan lagi setelah 3 – 5 tahun.

Tabel-1. Tabel Kebutuhan Kapur Dolomite

Selisih pH Kapur yang harus ditambahkan
2,0 6.83
1,9 6,51
1,8 6,19
1,7 5,88
1,6 5,56
1,5 5,23
1,4 4,93
1,3 4,61
1,2 4,30
1,1 3,99
1,0 3,66
0,9 3,35
0,8 3,03
0,7 2,72
0,6 2,40
0,5 2,08
0,4 1,77
0,3 1,45
0,2 1,13
0,1 0,82
0,0 0,50

Tabel-2. Kebutuhan Akan pH Tanah Sesuai Jenis Tanaman

Jenis Tanaman pH yang dibutuhkan

Padi 5,00 – 7,00
Jagung 5,50 – 7,50
Umbi rambat 5,25 – 6,50
Kentang 4,50 – 6,50
Kacang tanah 5,25 – 6,25
Kacang kedelai 6,00 – 7,00
Sorgum 6,50 – 7,00
Bunga Matahari 6,00 – 7,50
Tembakau 5,50 – 7,50
Kapas 5,00 – 6,00
Tomat 5,50 – 7,50
Kubis 5,50 – 7,50
Seledri 6,00 – 7,00
Bawang 6,00 – 7,00
Cabai 5,50 – 6,00
Nenas 5,00 – 6,50
Tebu 6,00 – 8,00
Pisang 6,00 – 7,50
Teh 4,00 – 5,50
Karet 3,75 – 8,00
Kopi 4,50 – 7,50
Kelapa 6,00 – 7,50
Coklat 5,00 – 7,00

1. Tanah Gambut
Tanah ini kaya akan zat organik namun belum bisa dijadikan makanan oleh tumbuhan karena belum terurai dan pHnya rendah atau asam. Sirkulasi udara yang kurang baik sehingga bakteri tidak bisa bekerja secara maksimal. Pada tanah yang seperti ini hanya beberapa jenis tanaman saja yang dapat hidup seperti karet. Cara mengatasi jenis tanah yang seperti ini :
a. Memberikan kompos dari pupuk kandang, arang atau bokashi pupuk kandang arang.
b. Membuat tali parit atau parit sebanyak mungkin.
c. Memberikan kultur campuran mikro organisme yang menguntungkan.
d. Memberikan bakteri yang berasal dari limbah yang mengandung banyak protein seperti : limbah tahu, darah, atau ikan busuk.

2. Tanah podsolik merah kuning.
Tanah ini banyak terdapat di Sumatera dan Kalimantan. Cara mengatasi jenis tanah seperti ini dengan cara :
a. Memberikan bahan organic berupa kompos yang banyak.
b. Menutup tanah atau memberi mulsa pada setiap tanaman sehingga lapisan atas tanah akan terlindungi dari erosi ketika hujan.
c. Memberikan bakteri yang menguntungkan

KESIMPULAN DARI TEKNIK PENYUBURAN TANAH INI ADALAH :

1. Memberikan bahan organic berupa kompos atau bokashi hal mutlak perlu dilakukan untuk menyuburkan tanaman.
2. Menjaga ekosistem kehidupan didalam tanah membuat tumbuhan tumbuh secara optimum.
3. Mengatur tata udara dan air untuk membantuk menyuburkan tanah.
4. Sasaran perbaikan ditujukan kepada fisik, kimia dan biologi tanah.

Diedit oleh : Ragil Sutanto.

sumber: http://tantoklik.blogspot.com/2009/01/teknik-penyuburan-tanah.html

PUPUK PHONSKA Juni 18, 2010

Posted by Admin in Pertanian.
Tags:
9 comments

(SNI 02-2803-2000)
Spesifikasi

* Nitrogen (N) : 15%
* Fosfat (P2O5) : 15%
* Kalium (K2O) : 15%
* Sulfur (S) : 10%
* Kadar air maksimal 2%
* Bentuk butiran
* Warna merah muda
* Dikemas dalam kantong bercap kerbau emas dengan isi bersih 50 dan 20 kg.

Sifat, manfaat dan keunggulan pupuk PHONSKA

* Higroskopis
* Mudah larut dalam air
* Mengandung unsur hara N, P, K dan S sekaligus
* Kandungan unsur hara setiap butir pupuk merata
* Larut dalam air sehingga mudah diserap tanaman
* Sesuai untuk berbagai jenis tanaman
* Meningkatkan produksi dan kualitas panen
* Menambah daya tahan tanaman terhadap gangguan hama, penyakit dan kekeringan
* Menjadikan tanaman lebih hijau dan segar karena banyak mengandung butir hijau daun
* Memacu pertumbuhan akar dan sistem perakaran yang baik
* Memacu pembentukan bunga, mempercepat panen dan menambah kandungan protein
* Menjadikan batang lebih tegak, kuat dan dapat mengurangi risiko rebah
* Memperbesar ukuran buah, umbi dan biji-bijian
* Meningkatkan ketahanan hasil selama pengangkutan dan penyim-panan.
* Memperlancar proses pembentukan gula dan pati.

http://www.petrokimia-gresik.com/phonska.asp

Fungsi Unsur Hara Mei 18, 2010

Posted by Admin in Pertanian.
Tags: ,
add a comment

Setiap mahkluk hidup pasti membutuhkan nutrien sebagai sumber energi pertumbuhan, demikian pula halnya dengan tanaman. Untuk dapat hidup dan berkebang secara baik setiap harinya tanaman membutuhkan bahan nutrsi berupa unsur hara yang dapat dikonsumsi.

Setiap jenis unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, tentunya memiliki fungsi, kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam memberikan unsur hara pada tanaman tentunya sangat penting dijaga keseimbangan dan pengaturan kadar pemberian unsur hara tersebut, sebab jika kelebihan dalam pemberiannya akan tidak baik dampaknya, demikian pula halnya jika yang diberikan tersebut krang dari takaran yang semestinya diberikan.

Fungsi, Kelebihan dan Kekurangan Unsur Hara

Nitrogen

Fungsi

  • Penyusun Purin, Alkohid, Enzym, Zat Pengatur Tumbuh, Klorofil, Membran sel
  • Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan
  • Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri
  • Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman
  • Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun

Kekurangan Nitrogen

  • Tanaman yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati.
  • Klorosis di daun tua dan semakin parah akan terjadi juga pada daun muda

Phospor

Fungsi

  • Penyusun nukleoprotein dan phospholipid
  • Energi transfer
  • Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam
    tanaman
  • Merangsang pembungaan dan pembuahan
  • Merangsang pertumbuhan akar
  • Merangsang pembentukan biji
  • Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel

Kekurangan

  • Tanaman yang kekurangan unsur P gejalanya: pembentukan buah/dan biji berkurang, kerdil, aun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat )

Potasium (Unsur yang sangat mobil)

Fungsi

  • Untuk enzym activity
  • Membuka dan menutup stomata

Kekurangan

  • Menghambat translokasi karbohidrat dan metabolisme nitrogen

Sulfur (lebih kurang mobil dibandingkan dengan Nitrogen, Phosporr dan Potasium)

Fungsi

  • Penyusun Cystine dan asam amino yang lain, biotin, Thiamin dan Coenzym A

Kekurangan

  • Menyebabkan klorosis
  • Gagalnya sintesis protein
  • Akumulasi asam amino

Calcium

Fungsi

  • Penyusun dinding sel sebagai calcium pectat / kelenturan dinding sel
  • Nitrogen metabolisme
  • Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air.
  • Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit

Kekurangan

  • Tanaman yang kekurangan unsur K gejalanya : batang dan daun menjadi lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun.

Magnesium

Fungsi

  • Molekul klorofil
  • System beberapa enzym

Kekurangan

  • Klorosis
  • Kerusakan pada ikatan ribosoma

Unsur Besi

Fungsi

  • Syntesa protein chloroplast
  • Enzym respirasi seperti perikosida, katalase, perredoksin, oksidase cytochrome.

Kekurangan

  • Klorosis biasanya pada daerah alkali

Mangan

Fungsi

  • Syntesa klorofil
  • Activasi enzym
  • Ketersediaan zat besi

Kekurangan

  • Perubahan bentuk daun (frencling)/ khlorosis atau mati sebagian

Kelebihan

  • Terjadi keracunan

Pembagian Unsur Menjadi Unsur Makro dan Mikro Nutrient

Golongan Unsur Keterangan
Makro C Carbon
H Hidrogen
O Oksigen
N Nitrogen
P Fospor
S Belerang
K Kalium
Ca Kalsium
Mg Magnesium
Mikro Fe Besi
Mn Mangan
Cu Tembaga
Zn Seng
Mo Molibden
B Boron
CL Klor

Ada beberapa jenis unsur hara atau mineral yang sangat berpengaruh pada tanaman dan unsur hara ini tergolong kedalam Mineral Essensial (penting), dimana tanaman tidak dapat hidup tanpa mineral-mineral ini :

Jumlah Relatif Unsur Hara Dalam Jaringan Kering Tanaman Yang Sehat

No Unsur Kandungan (ppm)
1 Nitrogen 20.000
2 Potassium 15.000
3 Magnesium 3.000
4 Phosphorus 2.500
5 Sulfur 2.000

Ketentuan kesesuaian pH pada tanah yang direkomendasikan (dianjurkan) untuk beberapa jenis tanaman

No Ketentuan pH Tanah Jenis Tanaman
1 6,0 – 6,5 Cabe
2 6,0 – 7,0 Jagung
3 6,0 – 7,0 Bawang
4 6,0 – 8,0 Kacang
5 6,0 – 7,0 Kangkung
6 6,0 – 7,0 Tomat
7 6,0 – 7,0 Kol
8 6,0 – 7,0 Semangka
9 6,0 – 8,0 Ketimun
10 6,0 – 8,0 Kentang

Ketentuan kesesuaian NPK pada tanah yang direkomendasikan (dianjurkan) untuk beberapa jenis tanaman

No Jenis Tanaman Nitrogen Phosphorus Potassium
1 Cabe H H H
2 Jagung M M M
3 Bawang H H H
4 Kacang H M H
5 Kangkung M M M
6 Tomat H H H
7 Kol H H H
8 Semangka M M M
9 Ketimun H H H
10 Kentang H VH VH

Keterangan : L = Low (Rendah); M = Medium
(Sedang);

H = High (Tinggi); VH = Very High
(Sangat Tinggi)

sumber: http://acehpedia.org/Fungsi_Unsur_Hara