jump to navigation

Etiket Menyampaikan Belasungkawa Februari 5, 2011

Posted by Cyber Purwakarta in Notes.
trackback

Upacara menghantar keluarga yang berpulang adalah hal acara yang seharusnya dilangsungkan dengan khidmat. Bagi keluarga yang ditinggalkan, hal ini bukan kegiatan yang mudah dilakukan. Sebagai kerabat atau kenalan dari yang meninggal, tentu sebaiknya mengucapkan belasungkawa. Bagaimana cara terbaik menyampaikannya? Berikut tips Mien R. Uno dalam bukunya, Etiket: Sukses Membawa Diri di Segala Kesempatan.

Jauh
Jika Anda tidak berada satu kota dengan rumah kerabat atau keluarga yang meninggal, jangan menunda untuk mengirimkan ucapan belasungkawa. Jika telepon tidak diangkat karena bisa jadi keluarga yang bersangkutan cukup sibuk, kirimkan pesan singkat di ponsel keluarga dari orang yang meninggal. Atau, bisa pula berupa kiriman karangan bunga. Beritahu bahwa Anda turut prihatin dan mendoakan yang terbaik untuk mereka.

Tinggal sekota
Jika Anda tinggal sekota, sebisa mungkin mampirlah ke rumah duka, karena jika mereka tahu Anda tinggal sekota dan sedang ada di kota tetapi tidak mampir, lalu hanya mengucapkan belasungkawa lewat telepon, kesannya akan janggal. Tetapi pastikan Anda datang di waktu-waktu yang sekiranya tidak akan merepotkan keluarga yang berduka, misal, pagi-pagi sekali atau agak malam. Jika memang kondisi Anda benar-benar tidak memungkinkan melayat di hari almarhum meninggal, kunjungilah di hari berikutnya.

Busana
Seperti kita ketahui, busana serbahitam adalah aturan saat melayat. Selain itu, busana serbaputih dan biru gelap juga masih dimaklumi. Namun, bila Anda berbelasungkawa mendadak, busana apa pun masih bisa dimaklumi. Yang pasti, lepaslah segala perhiasan berkilau jika Anda akan melayat. Tampilkan diri sesederhana mungkin.

Menyatakan rasa belasungkawa
Nyatakan rasa belasungkawa Anda pada pasangan hidup yang ditinggalkan. Kemudian, nyatakan hal tersebut kepada anak-anaknya yang sudah mengerti. Sesudah itu, Anda bisa memberi salam dan ucapan duka kepada orangtua yang meninggal atau keluarga dekat lainnya yang Anda kenal.

Menyumbang uang
Jika Anda menilai keluarga yang ditinggalkan membutuhkan bantuan keuangan, tak ada salahnya memberikan sumbangan. Biasanya akan ada tempat khusus bertutup kain untuk menaruh sumbangan. Jika keluarga yang ditinggalkan cukup berada, tidak memberi pun tak masalah.

Pembawaan diri
Tentunya, di saat melayat kesopanan pembawaan diri amat dibutuhkan. Hendaknya pasang moda telepon ke tanpa dering, berbicara dengan nada perlahan, dan hening jika sedang dilangsungkan pembacaan doa atau upacara.

[kompas.com]

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: