jump to navigation

Waspada! Jalur Purwakarta-Cianjur Berpotensi Alami Longsor Susulan September 22, 2010

Posted by Cyber Purwakarta in Berita.
trackback

Jalur penghubung Purwakarta-Cianjur, tepatnya di Desa Citamiang, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, berpotensi mengalami longsor susulan akibat hujan yang terus mengguyur kawasan itu.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Pemkab Purwakarta mengimbau warga tidak melewati jalan itu apabila turun hujan, kata Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Purwakarta Hadiyat di Purwakarta, Senin (20/09/2010).

“Kondisi tanah labil dan berpotensi terjadi longsor susulan. Warga yang bepergian sebaiknya tidak melewati jalan itu jika turun hujan,” ujarnya.

Longsor yang menelan korban seorang tewas terjadi di blok Citamiang, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, pada Jumat malam (17/9). Longsor juga terjadi di beberapa tempat di kawasan PLTA Cirata-Maniis, yang merupakan jalur penghubung Kabupaten Purwakarta-Cianjur.

Dari pengamatan instansi terkait, tutur Hadiyat, longsor susulan di Citamiang dan tempat lainya di kawasan Cirata besar kemungkinan terjadi karena kondisi tanah di atas tebing mudah tergerus apabila turun hujan.

“Di atas tebing masih terdapat bongkahan tanah yang menempel pada hamparan batu, dan mudah tergerus air hujan,” katanya.

Akan tetapi, ia mengakui, pihaknya belum mengambil langkah pencegahan longsor susulan, termasuk tidak menyiagakan alat berat di lokasi untuk mengantisipasi bencana susulan tersebut.

Menurut dia, pencegahan longsor di jalur alternatif Purwakarta-Cianjur itu tidak sebatas mengandalkan Pemkab tetapi harus dilakukan menyeluruh dan melibatkan pihak-pihak terkait.

“Bukan tanggungjawab Pemkab saja, tetapi pihak lain yakni pengelola PLTA Cirata, Perum Perhutani dan lainnya harus mengambil langkah pencegahan longsor di kawasan Cirata-Maniis itu,” kata Hadiyat.

Ia menyebutkan kawasan Cirata-Maniis merupakan daerah rawan longsor karena kondisi tananhnya labil. Tanah di atas perbukitan Gunung Cantayan berupa tanah merah yang mudah tergusur apabila turun hujan.

“Longsor terjadi setiap musim hujan di kawasan Cirata-Maniis, dan tidak jarang memutuskan hubungan lalu lintas Purwakarta-Cianjur, karena jalan tertutup material longsor,” ucapnya.

Hadiyah juga mengakui telah memberikan masukan kepada Bupati Purwakarta untuk dilakukan penelitian oleh pihak terkait terhadap kondisi tanah berbukit di tepi jalan Purwakarta-Cianjur itu.

“Bahkan saya mengusulkan untuk jangka panjang perlu diprogramkan membangun jalan baru penghubung Purwakarta-Cianjur, di luar kawasan PLTA Cirata.” katanya. (Nh/At/Cha)

http://berita8.com/

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: