jump to navigation

Puluhan Wartawan Purwakarta Unjuk Rasa Mei 22, 2010

Posted by Admin in Notes.
Tags: ,
trackback

PURWAKARTA (Pos Kota) – Puluhan wartawan Purwakarta, Jumat (21/5), berunjuk rasa mengutuk aksi premanisme pers  di Pemkab Subang.

Demo itu   terkait pemberitaan korupsi Upah Pungut (UP) milyaran rupiah, diduga melibatkan Bupati Subang di Kejati Jawa Barat yang diberitakan sejumlah media massa di Bandung beberapa hari lalu.

Buntut dari pemberitn itu, Bupati Subang  membakar dua koran harian nasional Kompas, dan Pikiran Rakyat serta menyerukan seluruh pejabat dan masyarakat  di Pemkab Subang agar tidak membaca dua koran tersebut.

Sebelumnya, aksi serupa digalang wartawan dan LSM di Kab Subang, Kamis (20/5). Wartawan di Subang juga mengutuk arogansi Kepala Daerah di Subang yang dinilai melecehkan wartawan.

Aksi unjuk rasa wartawan Purwakarta mendapat perhatian serius dari unsur Muspida di Kab Purwakarta.

Kapolres Purwakarta AKBP Hendro Pandowo dan penggantinya  AKBP Herry, datang ke lokasi mendukung aksi wartawan. ” Kami akan terdepan dalam melindungi wartawan,” tegas Hendro Pandowo.

Hendro, berpesan agar dalam melakukan aksinya, wartawan bersikap tertib dan santun memperjuangkan hak haknya.

” Kami tahu dalam menjalankan profesinya wartawan dilindungi UU Pokok Pers. ,” ujar Hendro, saat menyambangi puluhan wartawan sebelum melakukan aksi.

Koordinator aksi, Nanang Sutisna, menegaskan, aksi turun ke jalan wartawan di Purwakarta sebuah bentuk protes terhadap arogansi Bupati Subang Eep hidayat.

” Masa hanya gara gara diberitakan dugaan keterlibatan korupsi UP, Bupati Subang sampai tersulut emosi dan melakukan pemboikotan sejumlah koran di Kantor Pemkab Subang.
Sikap ini sungguh tidak terpuji dan kita tentang,” teriak Nanang dalam orasi di Kantor Bupati Purwakarta, Jl Gandanegara 25, Jumat.

Ia menyatakan, tindakan kepala daerah di Subang tidak dapat ditolelir lagi. Terlebih saat ini,  lanjut Nanang, wartawan semakin dilindungi oleh UU dengan diterbitkan Undang Undang Keterbukaan Publik (UKP).

” Semoga tidak ada lagi pejabat menghindar diwawancarai atau melakukan pelecehan pers. Karena pelaku premanisme pers dapat dikenai hukuman,” tegasnya.

Di Kantor Bupati Purwakarta, aksi wartawan diterima Wabup Purwakarta H Dudung B Supardi di Gerbang Kantor Bupati. ” Wartawan merupakan pilar ke 4 demokrasi sehingga pihak pihak yang
menghalang halangi kegiatan jurnalistik wartawan dapat dikenai hukuman.

Di Pemkab Purwakarta kami telah menjalin kemitraan sangat baik dengan wartawan, sehingga tidak mungkin peristiwa di Subang terjadi di Purwakarta ini,” kata Wabup Dudung. (dadan/ir)

sumber: www.poskota.co.id

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: